Pages

ANALISIS STRUKTURALISME NOVEL : AUTUMN IN PARIS

Senin, 25 April 2016



NAMA : WIDA WAHYUNI
NIM : 1451040001
PRODI / KELAS : PBSI / A



TEORI SASTRA
ANALISIS STRUKTURALISME NOVEL (JEAN PIAGET)
SEKUEN-SEKUEN NOVEL “AUTUMN IN PARIS"
A. Identitas Novel

Judul               : Autumn in Paris
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Hlm     : 272 hlm
Penulis             : Ilana Tan


B. Sinopsis Novel

Tara Dupont menyukai Paris dan musim gugur. Ia mengira sudah memiliki segalanya dalam hidup... sampai ia bertemu Tatsuya Fujisawa yang susah ditebak dan selalu membangkitkan rasa penasarannya sejak awal.
Tatsuya Fujisawa benci Paris dan musim gugur. Ia datang ke Paris untuk mencari orang yang menghancurkan hidupnya. Namun ia tidak menduga akan terpesona pada Tara Dupont, gadis yang cerewet tapi bisa menenangkan jiwa dan pikirannya... juga mengubah dunianya.
Tara maupun Tatsuya sama sekali tidak menyadari benang yang menghubungkan mereka dengan masa lalu, adanya rahasia yang menghancurkan segala harapan, perasaan, dan keyakinan. Ketika kebenaran terungkap, tersingkap pula arti putus asa... arti tak berdaya... Kenyataan juga begitu menyakitkan hingga mendorong salah satu dari mereka ingin mengakhiri hidup...
Seandainya masih ada harapan, sekecil apa pun, untuk mengubah kenyataan, ia bersedia menggantungkan seluruh hidupnya pada harapan itu...
  
C. Sekuen Novel

Prolog
1.      Menatap kosong sungai dan jalanan yang sepi serta menikmati angin musim gugur.
Satu
2.      Menantikan kabar seseorang di ruangan kerja.
3.      Menerima ajakan makan malam dari pria eropa.
4.      Tara dan Sebastian bercengkrama di bistro.
5.      Berkenalan dengan Tatsuya.
Dua
6.      Mendengarkan penyiar radio membacakan surat dari Monsieur Fujitatsu.
7.      Menaruh perhatian lebih dan penasaran tentang Fujitatsu.
8.      Bertemu lagi dengan Tatsuya di brasserie.
9.      Terungkap bahwa Fujitatsu pengirim surat ke radio itu adalah Tatsuya Fujisawa.
10.  Menumpuk penasaran mengenai siapa gadis di dalam surat Fujitatsu itu.
11.  Membuat janji city tour bersama pada akhir pekan.
Tiga
12.  Bunyi alarm beker menganggu tidurnya
13.  Papa Tara meminta bantuan untuk di antar ke suatu tempat
14.  Tatsuya menunggu kedatangan gadis itu hingga pukul 10.30.
15.  Tanpa sengaja, Tatsuya melihat orang yang ia cari.
16.  Tatsuya dan Tara berbincang di brasserie.
17.  Tatsuya ingin mengunjungi Musee Rodin sebagai destinasi pertamanya mengelilingi kota Paris bersama Tara.
Empat
18.  Gadis yang bosan berada di museum.
19.  Tara menawarkan berbagai pilihan destinasi selanjutnya selain museum.
20.  Berjalan-jalan di Jardin du Luxembourg.
21.  Mereka memiliki mata kelabu yang bersinar.
22.  Tara menyukai cara Tatsuya memanggil namanya.
23.  Tara meninggalkan Tatsuya untuk menjemput Sebastien.
Lima
24.  Elise kembali membacakan surat dari Monsieur Fujitatsu .
25.  Tara mendengarkan dengan simak surat dari Fujitatsu yang dibacakan Elise.
26.  Tara menyadari gadis dalam surat itu adalah dirinya.
27.  Sebastien menceritakan seorang gadis yang menarik ketika di Nice.
28.  Sebastien dan Tara berencana makan siang di restoran Italia.
29.  Tara kecewa, Tatsuya tidak dapat bergabung dengan mereka.
30.  Makan siang batal, Sebastien meninggalkan Tara sendirian di restoran Italia itu.
Enam
31.  Elise menerima banyak email dari penggemar surat Monsieur Fujitatsu.
32.  Tatsuya mengajak Tara makan malam di rumahnya.
33.  Tara mulai menanyakan almarhumah ibu Tatsuya.
34.  Tatsuya bercerita bahwa dia datang ke Paris untuk mencari cinta pertama ibunya.
35.  Tara mengusulkan Tatsuya untuk terus mengirim surat ke radio tempat ia bekerja.
Tujuh
36.  Elise kembali membacakan surat dari Monsieur Fujitatsu.
37.  Tatsuya mengirim surat tentang gadis musim gugur dan mengajaknya berkencan melalui siaran radio.
38.  Tatsuya makin sering menulis surat Je me souviens.... semuanya tentang Tara.
39.  Tara sangat menyenangi surat-surat yang dikirim oleh Fujitatsu alias Tatsuya Fujisawa.
40.  Elise akhirnya tahu gadis musim gugur adalah Tara.
41.  Elisi menyarankan Tara untuk mengajak Tatsuya ke pesta ulang tahunnya.
Delapan
42.  Tatsuya mengumpulkan segala keberaniannya untuk menghubungi Monsieur Jean-Daniel Lemercier.
43.  Tara bercerita mengenai kedekatannya dengan Tatsuya kepada Sebastien.
44.  Sebastien mulai merasakan sepertinya Tara menyukai Tatsuya.
45.  Akhirnya Tatsuya berhadapan dengan pria yang dicarinya.
46.  Monsieur Jean-Daniel akhirnya tahu bahwa Sanae Nakata sudah meninggal.
47.  Tatsuya memberikan surat dari ibunya untuk pria itu.
48.  Tatsuya menceritakan semua rahasia yang ia simpan kepada pria itu.
49.  Monsieur Jean-Daniel sangat menyesali semuanya.
50.  Monsieur Jean-Daniel senang bertemu dengan Tatsuyan dan ingin memperkenalkan anaknya Victoria kepada Tatsuya.
Sembilan
51.  Mimpi buruknya berakhir sudah. Ia akhirnya bertemu dengan ayah kandungnya.
52.  Tatsuya bercerita kepada Tara bahwa akhirnya ia bertemu dengan ayah kandungnya.
53.  Sebastien menemui Tatsuya dan mengingatkannya agar tidak mempermainkan Tara.
54.  Elise yakin Tara menyukai Tatsuya.
Sepuluh
55.  Mereka datang ke klub La Vue.
56.  Mereka menikmat pesta ulang tahun Elise.
57.  Tara mengetahui gadis bandara dan pertemuan di cafe bandara itu adalah dirinya.
58.  Pertemuan tak disangka antara Jean-Daniel, Tatsuya, dan Tara di klub La Vue.
Sebelas
59.  Tara memperkenalkan ayahnya kepada Tatsuya.
60.  Jean-Daniel panik dengan hubungan Tara dan Tatsuya.
61.  Tatsuya semakin gelisah, kenapa ayah Tara adalah Jean-Daniel?
62.  Tatsuya ingin memastikan kebenaran bahwa Tara anak kandung Jean Daniel.
Dua Belas
63.  Tara menjenguk Oliver di rumah sakit.
64.  Tara bertemu ayahnya dan Tatsuya di rumah sakit yang sama.
65.  Tara merasakan hangat di dalam pelukan Tatsuya.
66.  Tatsuya baru saja menjalani tes DNA bersama Jean-Daniel.
Tiga Belas
67.  Tatsuya menerima hasil tes DNA.
Empat Belas
68.  Tara mengunjungi kantor Sebastien untuk mencari Tatsuya.
69.  Sebastien memberitahu Tatsuya kalau Tara khawatir dengan dirinya.
70.  Perasaan Tatsuya kacau akibat hasil tes DNA itu.
71.  Tara menyiapkan kue ulang tahun untuk Tatsuya di bistro.
72.  Tara menunggu kedatangan Tatsuya selama 3 jam.
73.  Tatsuya menerima hadiah jam tangan dari Tara.
74.  Tatsuya tidak dapat memberitahu gadis itu bahwa ia memiliki ayah yang sama.
Lima Belas
75.  Tara penasaran terhadap ayahnya dan Tatsuya yang sikapnya berubah.
76.  Tanpa sengaja Tara mendengar pecakapan ayahnya dengan Tatsuya melalui telepon.
77.  Jean-Daniel melarang anaknya menyukai Tatsuya yang juga anaknya.
78.  Mendengar kabar bahwa Tatsuya kecelakaan saat berada di lokasi proyek.
Enam Belas
79.  Jean Daniel dan Tara Dupont menjenguk Tatsuya di rumah sakit.
80.  Jean-Daniel berbagi cerita dengan dokter Laurent Delcour.
81.  Tara mengetahui bahwa Tatsuya adalah anak kandung Jean-Daniel dan Sanae Nakata.
82.  Jean Daniel sangat menyesali hubungan Victoria dan Tatsuya.
Tujuh Belas
83.  Tara pulang ke apartemennya di saat Tatsuya sudah sadar.
84.  Elise merasakan kalau Tara bekerja seperti orang linglung.
85.  Tatsuya memikirkan Tara yang tiba-tiba menghilang.
86.  Mencari kedamaian di puncak Arc de Triomphe.
87.  Tara menangis di pelukan Tatsuya.
88.  Tatsuya mengajak Tara berjalan-jalan melupakan semua masalah.
89.  Mengeliling kota Paris bersama di malam hari.
90.  Tara histeris di sisi sungai Seine.
91.  Tara memberi tahu ayahnya bahwa ia mencintai Tatsuya yang juga anaknya.
Delapan Belas
92.  Sebastien dan Tatsuya mencari Tara.
93.  Tara putus asa. Ia hendak mengakhiri hidupnya.
94.  Tara memilih untuk minum hingga mabuk.
95.  Sebastien jaga malam di apartemen Tara.
96.  Tara memberitahu Sebastien bahwa ia bersaudara dengan Tatsuya.
Sembilan Belas
97.  Jean Daniel dan Sebastien membahas kondisi perasaan Tara dan Tatsuya.
98.  Charles Gilou : Fujitatsu adalah alasan naiknya rating radio itu.
99.  Juliette bertemu dengan Tatsuya.
100.          Tara mendapati Tatsuya bersama Juliette di dalam cafe.
101.          Tatsuya memberitahu Tara bahwa ia akan kembali ke Jepang.
102.          Tatsuya sangat berat meninggalkan Tara.
Dua Puluh
103.          Elise menyiarkan surat dari Monsieur Fujitatsu.
104.          Tatsuya mengirimkan email ke radio untuk terakhir kalinya.
105.          Tara sangat rapuh mendengarkan Elise membaca surat dari Tatsuya.
Dua Puluh Satu
106.          Sebulan berlalu sejak Tatsuya meninggalkan Paris.
107.          Keiko mengabarkan berita buruk dari Jepang.
108.          Tatsuya sedang coma karena kecelakaan di tempat kerja.
109.          Tara pingsan saat mendengarkan kabar buruk dari Tatsuya.
Dua Puluh Dua
110.          Menjenguk Tatsuya di Tokyo.
111.          Tara bertemu dengan Kenichi Fujisawa di rumah sakit.
112.          Keiko Ishida mengajak Tara melihat apartemennya.
113.          Tara masuk ke apartemen Tatsuya, tepat di sebelah apartemen Keiko.
114.          Tara mendapatkan 5 foto dirinya di atas meja kerja Tatsuya.
115.          Tara melihat ada email masuk di laptop Tatsuya dan membaca semua emailnya.
Dua Puluh Tiga
116.          Tara melihat Tatsuya terkulai lemah di atas ranjang rumah sakit.
117.          Tara bercerita tanpa respon dari Tatsuya yang sedang coma.
118.          Tatsuya pergi untuk selamanya saat berada di sisi Tara.
Epilog
119.          Tatsuya selalu menanyakan kabar Tara melalui Sebastien selama meninggalkan Paris.

Apa alasanku mencintai hujan?

Jumat, 26 Februari 2016

Aku sangat menyukai derai air hujan...
aku sangat menyenangi gemuruh rintik hujan...
tapi,
hari ini aku tersadar bahwa aku tak punya alasan untuk bahagia ketika hujan.
hujan selalu menyertai tangisku.
hujan selalu meramaikan lamunanku.

aku mencintai hujan.
aku selalu merindukan hujan.
tapi... kenapa kebahagiaan tak ku renggut ketika hujan turun?

seseorang marah karena alasan yang kuanggap tak pernah rasional (sebagian orang juga pasti merasakan hal demikian)...
seseorang menghalangi langkahku ketika mimpiku tinggal selangkah lagi...
ada seseorang yang selalu saja menaruh emosi negatif ketika jiwaku mulai mendekati suka citaku...
ada seseorang yang tidak ingin aku bahagia dengan caraku sendiri...
ada seseorang yang sengaja ingin aku terpuruk...
ada seseorang yang berencana membuatku jatuh sakit hingga tak berdaya...
ada seseorang yang sengaja ingin menolongku ketika dia telah sengaja membuatku jatuh...
ada seseorang yang menganggapku 'pura-pura' pada saat 'kebenaran' itu ada bahwa aku tak kuat menahan dinginnya air hujan itu.
ada seseorang menghujatku lalu mengharapkanku...
ada seseorang yang menyayat hatiku lalu mencoba menjahitnya kembali...

seseorang itu menggapai tanganku setelah membuat raga dan jiwa ini hancur...

hujan... rahmat Tuhan.
aku sangat tahu akan hal itu.
aku bahka tak pernah mengeluh ketika hujan turun.
ketika semua orang berlari untuk menghindar dari hujan.
aku malah sengaja di bawah hujan.

aku benci sama seseorang itu...
aku berharap seseorang itu mendapatkan perempuan lain.

Puisi Akrostik - DADANG ERMIN

Selasa, 15 Desember 2015


Dadang Ermin – Lelaki Pejuangku

Wajahnya gelap dan lesuh

Tersirat angan cita karenanya

Semangatku, dia sumber riaku

Darahku aliran dari juangnya

Kau teguk asam nan asin kehidupan

Keabuan dan gulita hidup kau sulap

 

Jiwaku erat dalam pelukmu

Lenyap resah gundah olehmu

Arti miris tak kukenali

Hanya hidup indah yang kusentuh

Kau ciptakan nuansa kebahagiaan untukku

Puisi Akrostik - ASRIYAWATI "Permata Hidupku"

Guys, ini salah satu karya puisi akrosrik yang saya buat. puisi ini dibuat dari nama ibu saya, dirangkaikan dengan huruf akhir pada tiap larik.


Ibu... permata hatiku yang penuh cahaya

Permataku... kilau yang terpancar manis

Pengkokoh hati yang rapuh dan pemilik sinar

Petuahmu tak pernah ku abai

Suara emasmu membuatku happy

Kepercayaanmu selalu terjaga

Membuat hidupku semakin waw

Dalam kesederhanaan menjadi istimewa

Kegembiraan hati engkau ciptakan dari tiap tetes keringat

Hadirmu, hati sunyi menjadi ramai

Puisi Akrostik - WIDA WAHYUNI "Inginku..."


Waktu terus merangkak cepat

Iringan dentum jam dinding menggelinding

Detik berdendang tanpa jeda

Andai saja waktu ingin tahu inginku...

 

Walau degup terus menakuti

Aku tetap saja riang menanti ketidakpastian

Hempasan memori terus mendambakan

Yang pasti ingin itu tetap saja tidak pasti

Untaian selalu bergelombang menggema

Nada harapan terus mengguncang jantung

Inginku hidupku dapat kupastikan

Rasa yang Tak Tersentuh

Senin, 06 April 2015



Adakah angin yang dapat mengibaskan kepiluan?
Adakah awan yang dapat menggambarkan kerisauan?
Adakah mentari yang kiranya bersedia menghangatkan dinginnya jiwa?
Adakah ‘ada’ yang dapat merasakan sendu keluh hati ini?

Seluruh sisi tertawa, sisiku menunduk sedih
Seluruh bayangan bergerak, bayangku terpaku diam
Seluruh pita suara berkoar, nadaku terhambat.
Seluruhnya berbeda dengan keadaanku

Tak ada kata yang dapat menjadi kalimat
Tak ada kalimat yang dapat menjadi wacana
Tak ada tanda baca yang dapat memenggal
Kisahku tak mudah terurai selayaknya kisah kalian

Tak ada telinga yang sedia mendengar
Tak ada hati yang sungguh berempati
Tak ada satupun yang ingin mengetahui
Mengetahui bahwa ada yang tersakiti


 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS